My Beloved Ones – Lukisan Cat Air Figuratif

lukisan cat air figuratif

Judul     : My Beloved Ones
Media    : Cat air di atas kertas
Ukuran : 42 cm x 30 cm
Pelukis : Bachrojih Syatiri
Tahun   : 2013

sketsa compressed

Sketsa sederhana.

Inilah saatnya menampilkan orang-orang tercinta dalam satu frame. Ibunda dan istriku dalam sebuah lukisan figuratif cat air. Mengambil portrait manusia sebagai obyek tentu memberikan tantangan tersendiri. Terutama jika manusia yang dipilih adalah orang-orang terdekat yang kita kenal. Saya harus siap menerima kritikan jika orang yang saya lukis menyangkal kemiripannya. Tantangan yang lebih menyenangkan adalah melukis obyek figuratif ini dengan menggunakan media cat air.

Lukisan hampir jadi.

Lukisan hampir jadi.

Tanpa berimprovisasi, saya tetap menambahkan detil efek bedak yang tidak merata, warna lipstik yang tidak pada tempatnya, dan lain sebagainya. Berusaha jujur mengikuti interpretasi saya pada foto yang ada di tangan. Inilah hasilnya. Lucu kan? :)

Melukis Kota Tua dengan Cat Air

Lukisan cat Air Kota Tua

Judul: Kota Tua
Media: Cat air di atas kertas
Ukuran: 60 cm x 42 cm
Pelukis: Bachrojih Syatiri
Tahun : 2013

Semarang, satu dari sekian kota ternyaman yang pernah saya kunjungi. Ada beberapa tempat istimewa yang lebih nyata bila diceritakan dengan media gambar. Simpang Lima, Pasar Johar, dan Kota Tua yang pasti menarik saat dilihat dari perspektif yang berbeda. Lewat lukisan cat air amatir, saya mencoba menggambarkan keindahannya untuk Anda.

Menilai Obyek dalam Sketsa (Sketching)

CIMG3062

Membuat sketsa Kota Tua

Adakah istilah benar dan salah dalam menggambar sketsa? Jawabannya sederhana, TIDAK. Sketsa adalah sesuatu yang sengaja Anda buat untuk Anda sendiri, yang akan menjadi acuan dan memudahkan Anda dalam melukis. Apa yang Anda gunakan dan apa yang Anda tambahkan dalam sketsa Anda sepenuhnya terserah pada Anda. Satu hal yang harus Anda tahu, dengan latihan, Anda akan menemukan hal penting mana saja yang perlu Anda sertakan dan menjadi catatan Anda dalam membuat sketsa.

Saya menggunakan  foto anonim yang saya dapatkan di internet sebagai acuan dalam proses belajar ini. Lalu mulai menilai dan memilih bagian mana saja yang akan saya sertakan dalam lukisan.

Washing dengan Teknik Wet in Wet

CIMG3072Selanjutnya adalah pewarnaan dasar pada kertas sketsa yang telah saya basahi dengan menggunakan kuas. Pada proses ini saya membasahi area kertas yang akan saya warnai dengan warna tipis. Tidak terlalu basah, tetapi hanya sekedar lembab agar warna yang saya aplikasikan lebih cepat menyebar dalam area tertentu.

Sehingga saya hasilkan washing wet in wet seperti gambar di bawah ini.

CIMG3069

Hasil washing dengan teknik wet in wet.

Setelah pewarnaan pada kertas basah (washing wet in wet)  selesai seluruhnya, saya menunggu beberapa saat sampai kertas kembali mengering untuk pelapisan warna (glazing). Pada proses glazing saya mengharapkan warna yang lebih pekat dan tajam, sehingga saya lebih sedikit menggunakan air saat mengaplikasikan warna pada obyek tertentu.

Sentuhan Akhir

Setelah memberikan warna pekat pada obyek tertentu, proses terakhir adalah penambahan detail pada bagian tertentu sesuai selera Anda. Sentuhan akhir ini akan melengkapi lukisan Anda sehingga membuatnya menarik dan masuk akal. Sesuaikan saja dengan selera Anda. Tapi ingat, lukisan yang terlalu detil pun akan membuat mata yang menyaksikannya berputar-putar dan tidak fokus. Jadi sederhana saja.

CIMG3120

Akhirnya, tak ada lagi yang bisa saya lakukan untuk membuat lukisan ini menjadi lebih indah. Maka saya putuskan lukisan ini sudah ‘selesai’.

Semoga bermanfaat. Happy watercoloring!

Kesalahan-Kesalahan dalam Melukis dengan Cat Air

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pelukis cat air pemula yang menyebabkan mereka berpikir bahwa cat air adalah medium yang sulit untuk digunakan.

 1. Terlalu banyak air.

Jika Anda merasa tak bisa menghasilkan warna-warna yang tajam, kemungkinan karena Anda menggunakan terlalu banyak air sehingga warna-warna yang muncul adalah warna-warna ringan dan muda. Untuk menghasilkan warna yang tajam dan tegas Anda hanya perlu sedikit air atau sekedar basah pada kuas Anda.

 2. Kurang air saat pewarnaan basah (washes).

Kurang air saat pewarnaan awal (washes) akan menyebabkan pewarnaan tidak merata dan perlu waktu lama.

 3. Menggunakan kuas yang terlalu basah di atas kertas yang masih lembab.

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Menggunakan kuas yang terlalu basah di atas kertas yang masih lembab akan menghasilkan warna yang menyebar. Mungkin pada saat tertentu akan menyenangkan karena Anda akan melihat warna-warna yang di luar dugaan, di luar rencana Anda sebelumnya.

 4. Tidak menunggu kertas mengering setelah pewarnaan basah (washes), dan langsung melakukan pelapisan warna lain (glazing).

Glazing adalah pelapisan warna untuk mempertegas warna bentuk. Proses ini dilakukan setelah pewarnaan awal (washing), dan kertas sudah mengering. Pelapisan warna saat kertas masih lembab justru akan merusak lukisan Anda.

 5. Salam memilih ukuran kuas saat membentuk gambar (shaping)

Kuas yang terlalu kecil akan memperlambat kerja Anda selain menghasilkan lukisan cat air yang tampak kasar. Sementara kuas yang terlalu besar akan menyulitkan Anda saat membentuk gambar dan memberi warna tegas pada area yang sudah dibasahi.

 6. Kualitas kertas yang jelek

Pastikan Anda menggunakan kertas aquarel jika tidak ingin frustasi dengan cat air.

 7. Tak sabar untuk segera membuat lukisan berukuran besar

Jika Anda baru saja memulai menggunakan cat air, saya sarankan Anda mulai dengan kertas berukuran kecil (kira-kira 19 cm x 14 cm). Lalu tingkatkan dengan yang lebih besar (28.5 cm x 19 cm). Jika Anda sudah merasa nyaman menggunakan cat air barulah Anda mencoba menggunakan kertas yang lebih lebar.

 8. Kualitas kuas yang jelek        

300x208xRound-Watercolor-Brushes-hold-lots-of-paint-and-bounce-back-to-a-point-300x208.jpg.pagespeed.ic.9UWJ91KsOa

Kuas cat air bundar berkualitas baik memiliki ujung yang runcing dan mampu menyerap lebih banyak air.

 9. Tidak mencoba mencampurkan warna pada palet terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya di atas kertas.

Jika Anda baru pertama kali menggunakan cat air, belajar mencapurkan warna mutlak diperlukan. Jika Anda sudah terbiasa melukis dengan cat air, intuisi Anda akan membantu Anda menghasilkan warna yang Anda inginkan. Sehingga Anda tak perlu membuang-buang waktu lagi untuk bereksperimen dengan warna.

 10. Langsung melukis, tanpa merencanakan langkah-langkah dalam melukis dengan cat air.

Tanpa perencanaan yang baik, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan dalam menggunakan cat air. Skenario yang baik misalnya ketika Anda harus menutupi area tertentu dari pewarnaan, memprioritaskan warna-warna lembut untuk warna dasar dan menentukan urutan dalam pewarnaan.