Aquarel

Tips Cat Air: Bebaskan Diri Menggambar Sketsa di Luar Ruangan

Mungkin Anda pernah melihat sketsa baik dari buku blok sketsa seniman atau dari suatu galeri yang nampak benar-benar mirip. Tentu ada sesuatu dari karya tersebut yang sangat Anda suka, dan Anda sangat ingin meniru atau membuat yang lebih baik dari itu.

Membuat sketsa bukan sekedar menggambar portrait atau menggambar sesuatu dengan tepat. Tetapi lebih dari itu, membuat sketsa adalah suatu kebebasan dan keberanian, serta tidak takut melakukan kesalahan, membiarkan perasaan Anda mengalir secara alami.

Intinya, secara umum membuat sketsa dapat dilakukan dengan dua cara berbeda. Cara pertama adalah membuat sketsa sebagai persiapan melukis atau menggambar, dan cara kedua adalah membuat sketsa hanya sebagai seni dan kepuasan pribadi yang jika dilakukan dengan benar justru akan menjadi sebuah karya seni yang menarik juga. Membuat sketsa memerlukan semangat dan energi penuh. Anda bisa mendapatkan aliran ritme dan dinamikanya dengan membuat sketsa menggunakan media cat air, cat minyak, pensil warna, akrilik atau media apapun yang Anda suka.

Pada detil sketsa berikut ini kita dapat melihat semua coretan cakar ayam yang saya buat, dan setiap goresan cakar ayam ini bisa diartikan bentuk rambut atau warna bayangan yang digunakan. Detilnya masih terlihat seperti abstrak pada contoh ini sampai kita menyelesaikan keseluruhan sketsa, dan kita yakin semua detil telah ditambahkan.

Lihatlah sketsa ukuran penuh ini, dan Anda akan mengenali goresan cakar ayam macam apa ini.

Untuk membuat sketsa singkat ini Anda harus santai dan membebaskan diri Anda. Jangan takut melakukan kesalahan, dan Anda harus paham akan bentuk dan rupa suatu obyek. Setelah Anda paham akan bentuk dan rupa suatu obyek, bebaskan imajinasi Anda, singkirkan rintangan dan prasangka buruk tentang menggambar. Gambar di samping adalah contoh sketsa sederhana yang halus dan penuh ritme. Saya tidak memikirkan bagaimana kuku-kuku jari si anjing atau apakah ada cahaya di mata si anjing. Sketsa ini dibuat dalam dua menit. Ya, perlu juga membuat batasan waktu untuk melihat apa yang bisa Anda hasilkan dalam waktu yang terbatasi.

MEMBUAT SKETSA DI LUAR RUANGAN

Menggambar atau membuat sketsa di luar ruangan adalah cara yang baik untuk mempelajari seni dan alam. Mungkin awalnya merupakan pengalaman yang menakutkan, seperti yang dulu saya rasakan. Kemana saya harus pergi? Apa yang harus saya gambar di tempat ini? Pergilah ke daerah-daerah kampung kecil, tak harus tempat-tempat ramai. Cari jalan-jalan umum dimana Anda bisa berjalan-jalan suatu hari. Pasti ada pemandangan-pemandangan indah yang bisa di-sket seperti persawahan, danau, bangunan tua, binatang, ladang, pepohonan, kincir angin, sungai atau apa saja.

Buatlah bingkai dengan jari Anda, duduklah di atas rumput, bawalah papan jalan, pensil dan makanan kecil. Jika hari cerah, menggambar keindahan alam akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Menggambar apapun yang Anda lihat adalah cara belajar yang paling baik.

Jika Anda melukis menggunakan cat air, jangan lupa bawa tripod melukis, papan kertas, dan kuas. Melukis dengan duduk atau berdiri tidak masalah. Setelah Anda mendapatkan pemandangan yang cocok, pastikan Anda bisa menentukan center of interest-nya, baik pepohonan, sekumpulan manusia atau apa saja, lalu tuangkanlah obyek-obyek tersebut di atas kertas Anda. Perhatikan dari mana asal pencahayaan. Ingat, cahaya akan bergerak sepanjang waktu. Jadi, begitu Anda tahu asal cahaya, baik dari kanan, kiri, atau dari atas, ingatlah baik-baik dalam benak Anda. Anda tidak bisa mengejar cahaya. Anda tidak bisa tiba-tiba berkata, “Ups, ada sinar matahari yang ketinggalan di bagian sini”, pada saat gambar Anda setengah jadi. Hal itu tidak boleh terjadi. Jadi selalu kenali asal cahaya, dan ingatlah selama Anda menggambar atau melukis.

Semoga posting Nakhwah Gallery kali ini bermanfaat. Salam kreatif.

Bali Farming – Lukisan Cat Air Pertanian di Bali

"Bali Farming", 2011, 84 cm x 60 cm

“Bali Farming”, 2011, 84 cm x 60 cm

Judul: Bali Farming
Media: Cat air di atas kertas
Ukuran: 84 cm x 60 cm
Pelukis: Bachrojih Syatiri
Tahun: 2011

Mungkin saya bukan orang pertama yang mengambil obyek lukisan ini. Ada sekian banyak pelukis yang menjadikan pertanian Bali menjadi obyek lukisan. Tapi selalu ada yang istimewa dari karya yang saya hasilkan. Setidaknya buat saya sendiri. Istimewa karena lukisan bertema pemandangan Bali ini dibuat dengan menggunakan media cat air, dan dalam ukuran yang lebih besar (84 cm x 60 cm). Terakhir, yang terpenting, lukisan ini dibuat oleh saya sendiri, bukan seniman lain.

Saya selalu bangga menampilkan karya saya untuk Anda. Bagaimana dengan Anda?

Variasi Sapuan Kuas Cat Air

Tips Lukis Cat Air: Latihan Menggunakan Kuas

Sebagian besar teknik melukis dengan cat air adalah Washes, yaitu memberikan warna-warna cat air secara meluas di area kertas basah, lembab atau kertas kering yang biasanya dilakukan dengan sapuan kain atau kuas yang lebar. Proses ini biasanya membentuk garis lurus sesuai dengan bentuk bulu-bulu kuas.

Sama halnya dengan menggambar atau membuat sketsa, washes dilakukan dengan membuat titik atau garis kuas yang mengerucut ataupun rata. Kebanyakan pelukis melakukan washes, dan mereka cenderung melakukan pendekatan dengan membuat garis lurus (linear). Tidak ada pendekatan yang “benar” atau “salah”, tapi hanya berhubungan dengan kenyamanan menggunakan kuas yang berkaitan dengan bentuk, tekstur dan karakter lukisan.

Cara kerja kuas hampir sama seperti saat kita menulis. Sekali Anda piawai menggunakan kuas, garis lurus yang Anda bentuk akan seperti tulisan tangan yang menunjukkan pribadi Anda, mudah dan unik.

Mari kita lihat beberapa bentuk goresan kuas yang bisa Anda hasilkan dengan kuas cat air yang mengerucut. Saya melakukan sampel ini dengan menggunakan kuas cat air no. 8.

Setiap goresan kuas yang Anda hasilkan dipengaruhi oleh:

(1) banyak atau basahnya warna cat yang digunakan dan;

(2) tekanan kuas yang Anda gerakan di permukaan kertas.

Sapuan pada bagian kiri adalah sapuan dengan diseret, dengan pergelangan tangan sebagai pusat gerak, dan lengan bergerak dari kiri ke kanan.

Untuk sapuan warna merah, kuas nyaris vertikal di atas kertas, dengan sedikit sekali sentuhan ujung kuas di permukaan, sehingga garis tampak sangat nyata. Setelah ditambahkan tekanan, garis akan semakin tebal.

Untuk sapuan warna merah keunguan, semua bagian kuas digunakan di atas kertas. Kuas dipegang lebih horizontal pada sapuan ini. Perhatikan, setelah selesai pengecatan dan mengering, kertas mulai menggarut, bertekstur tinggi, sangat nampak goresan kuas kering.

Goresan oranye juga merupakan goresan yang diseret, tetapi lengan Anda bergerak bergelombang, dengan siku dan pergelangan tangan Anda sebagai porosnya. Perhatikan lagi bagaimana mengurangi tekanan kuas, dengan bagian kuas digunakan semuanya akan menghasilkan goresan yang lebih sempit. Sementara dengan tekanan yang lebih besar dan kuas yang lebih kering, akan menghasilkan goresan yang menggarut dan datar pada bagian bawah.

Sapuan kuas kering akan lebih nyata pada permukaan kertas bertekstur kasar dibandingkan pada permukaan kertas hot press karena bentuk gunung dan lembah pada permukaan kertas tersebut.

Pada goresan melengkung kita melibatkan sedikit gerakan pergelangan tangan ketika menggoreskan warna di atas kertas. Lengkung goresan bisa berbentuk cembung atau cekung, besar atau kecil, dan dibuat dengan sepenuhnya menggunakan kuas basah atau yang lebih kering tergantung pada tingkat kekasarn guratan warna yang Anda inginkan.

Jika Anda hanya menggunakan ujung kuas, goresan melengkung cocok untuk menggambarkan gelombang di air.

Goresan melengkung sangat pas untuk membuat batuan bulat atau kerikil. Goresan dapat dibuat besar atau kecil, dan dengan pelapisan pada goresan kedua, Anda bisa mulai menambahkan efek bayangan tiga dimensi.

Setiap olesan memiliki banyak variasi, tergantung pada cara penggunaan bulu kuas, apakah hanya menggunakan ujungnya atau semua bulu kuas. Sangat baik untuk menggambarkan dedaunan, terutama pada pelapisan kedua atau ketiga di atas permukaan warna yang sudah mengering.

Pada contoh terakhir ini menggunakan ujung kuas dan melibatkan kelihaian pergelangan tangan. Ketika ujung kuas menyentuh kertas, pergelangan tangan kita menjentik ke atas, menyebabkan ujungnya terangkat dari kertas dan membentuk goresan yang lebih lebar di bagian bawah dan semakin mengecil di bagian atas. Sangat tepat untuk menggambarkan rumput, atau dengan kuas yang kering dengan bulu-bulu kuas agak merenggang untuk menggambarkan rambut atau garis rumput yang lebih tegas.

Permukaan kertas juga mempengaruhi hasil goresan kuas Anda, apakah kertas dalam keadaan basah, lembab atau kering. Pada saat kertas basah, sapuan kuas akan menyebar dan tampak lembut. Anda bisa menggunakannya untuk mengatur bagian mana dari lukisan Anda yang ingin ditampilkan paling fokus atau detil.

Perhatikan contoh yang saya buat di bawah ini. Saya perlu sepuluh menit untuk membuat ini, dan banyak menggunakan garis lurus di bagian atas. Buatlah latihan Anda sendiri dengan membuat berbagai garis lurus. Tak perlu membuat mahakarya, ini hanya latihan. Variasikan tekanan kuas Anda, gunakan bermacam-macam warna, coba gunakan ujung dan badan kuas. Buatlah goresan besar dan kecil, juga garis. Singkatnya, bereksperimenlah dengan kuas Anda, dan lihatlah apa yang dihasilkan.

Ingat, tunggu sapuan dan goresan mengering jika Anda ingin menambahkan goresan baru untuk menjaga ketajaman sapuan. Jika olesan sebelumnya masih basah, dan Anda menambahkan olesan baru, maka goresan akan tergabung dan bukan membuat lapisan warna yang baru.

Perhatikanlah olesan pada sapuan yang saya tambahkan pada bentuk gunung yang basah di kejauhan terkesan kabur dan lembut. Sementara olesan pada dedaunan di pohon saya tambahkan pada lapisan ketiga. Saya menunggu setiap lapisan mengering sebelum mengoleskan goresan berikutnya.

Sekarang, lihatlah karya master sapuan kuas John Singer Sargent.

Sargent lahir di Florence, Italia pada tahun 1856. Kedua orang tuanya tinggal di Amerika untuk perawatan ibunya yang sakit. Sargent semakin mengembangkan kemampuannya, menjadi master lukisan "plein air" dengan selalu membawa perlengkapan cat airnya setiap bepergian.

Lukisan ini sebagian besar dibuat dengan goresan kuas. Sargent sangat gemar “menggambar” dengan kuasnya. Ada beberapa area basah (pegunungan di kejauhan, sudut lembut langit, sapuan putih pada dinding, dan beberapa pemandangan kehijauan. Tapi lihatlah pada garis lurus yang ada di depan dinding, pada pot tembikar, dedauan di pohon dan semak-semak. Terutama, perhatikan area guratan sapuan kuas kering gelap di puncak pohon-pohon pinus.

Semoga posting Nakhwah Gallery kali ini bermanfaat. Happy watercoloring.