Lukisan Intersia, Lukisan Dekoratif Bernuansa Etnik

Lukisan intersia adalah bentuk lukisan dekoratif yang menggambarkan karya seni ukiran kayu atau seni tradisional dari kayu yang dijadikan obyek lukisan.

Buat kita orang-orang Indonesia asli, tentu tidak asing lagi dengan ukiran Jepara. Seni ukiran kayu yang ditambah kilauan plitur tentu akan sangat menarik jika kita jadikan obyek lukisan dekoratif yang kita sebut dengan lukisan intarsia.

Lukisan intarsia sering pula disebut dengan “Intarsian Malerei”.

lukisan intersia

lukisan dekoratif intersia pada lapdesk

Intersia adalah teknik kerajinan kayu yang berawal dari karya seni Italia. Mungkin lebih tepat jika kita artikan sebagai proses pembuatan karya seni gambar mozaik dengan menambahkan material-material eksotik dari alam ke atas karya seni kayu.

Menurut orang-orang Italia, istilah “Intersia” berasal dari bahasa Latin “interserere” yang artinya “memasukkan atau proses menghias dan mentahtakan kayu”.

Kata intarsia hampir sama dengan mentahtakan. Bedanya, jika kata mentahtakan lebih pas untuk bidang datar, sedangkan intarsia untuk benda tiga dimensi. Efek-efek tiga dimensi ini dihasilkan dengan serangkaian langkah, antara lain;

- Membuat pola dua dimensi di atas kertas.
– Memadukan kayu dan biji-bijian alam dengan warna kontras (misalnya biji kemiri, biji buah ek, buah cheri, pinus, jintan, kayu manis, kulit pohon kapas) yang sering digunakan dalam rancangannya.
– Kemudian kayu tersebut dipotong, diamplas, dipasang dan dilem pada sebuah papan. Kayu intersia tidak akan bernoda, sehingga akan selalu terjaga warna aslinya. Semua produk intarsia dilapisi dengan cat kilap tingkat tinggi. Dilapisi dengan akrilik yang transparan.

Asal Mula Lukisan Intersia

Lukisan intersia muncul pada Era Biedermeier, sekitar tahun 1815, masa-masa akhir Perang Napoleon, dan 1848 (akhir masa Revolusi Eropa). Diyakini bahwa lukisan dekoratif selama periode ini digunakan untuk meniru furniture yang menggambarkan kemakmuran yang biasanya bertahtakan ornamen intarsia yang dikerjakan dengan sangat teliti.

Lukisan intersia pada penanak nasi

Pekerja-pekerja tangan tersebut akan “meniru” karya seni menggunakan stensil pada kayu polos untuk menirukan berbagai material hiasan. Rancangannya biasanya berupa bunga-bunga atau burung. Gambar bunga dibuat lebih kecil dari ukuran sebenarnya, biasanya berupa rangkaian bunga dengan pita dan bingkai yang cantik, tetapi tidak terlalu detil pada obyek bunganya, karena yang ditonjolkan adalah keindahan kayunya.

Kekurangan lukisan intersia masa kini adalah biasanya kayu dan lapisan kayu yang digunakan dalam lukisan intersia dan kayunya dilukis di atas permukaan kayu. Mengikuti tradisi lukis stensil, hiasan kayu ditirukan menggunakan potongan gambar.

Lukisan intersia geometris pada tempat sampah.

Lukisan intersia pada kotak pensil, dengan ornamen yang ditambahkan dengan cara stensil.

About these ads

5 comments

Silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s